RADAR PALU – Kemacetan saat pelaksanaan Weekend Ramadhan Night di Kota Palu mulai menjadi sorotan DPRD. Program yang menggantikan Car Free Day itu dinilai berdampak positif bagi ekonomi, namun memicu kepadatan kendaraan yang kian terasa pada malam akhir pekan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurrahim Nasar Al-Amri, meminta Pemerintah Kota segera melakukan evaluasi serius terhadap pengaturan lalu lintas dan sistem pengamanan kegiatan tersebut. Sorotan itu disampaikannya dalam rapat paripurna resmi yang dihadiri perwakilan Pemkot Palu, Senin (2/3/2026).
Menurut Abdurrahim, dampak ekonomi dari Weekend Ramadhan Night sangat signifikan, khususnya bagi pedagang dan pelaku UMKM yang mengalami peningkatan omzet selama kegiatan berlangsung.
Namun, di sisi lain, persoalan kemacetan dinilai tidak boleh diabaikan.
“Dampak ekonominya sangat luar biasa bagi pedagang, ini tentu harus kita jaga. Tapi masalah kemacetan juga tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Ia mencontohkan kondisi di kawasan Lampu Merah Kartini yang kerap mengalami kepadatan kendaraan. Bahkan, lampu lalu lintas di titik tersebut disebut belum berfungsi optimal sehingga memperparah arus kendaraan saat kegiatan berlangsung.
Komisi C DPRD Palu meminta Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja menempatkan personel tambahan di titik-titik rawan macet.
Menurutnya, pengaturan arus lalu lintas harus dilakukan lebih maksimal agar tidak menimbulkan keluhan masyarakat maupun polemik di media sosial.
Abdurrahim juga mengingatkan bahwa menjelang Hari Raya Idulfitri, volume kendaraan diperkirakan akan meningkat signifikan. Tanpa evaluasi yang cepat, kemacetan berpotensi semakin parah.
“Kita ingin ekonomi masyarakat tetap bergerak, tapi kenyamanan dan ketertiban lalu lintas juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.
DPRD berharap Pemkot Palu segera memperkuat sistem rekayasa lalu lintas dan pengamanan agar Weekend Ramadhan Night tetap berjalan kondusif serta memberi manfaat optimal bagi masyarakat tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan.***
