RADAR PALU – Telkomsel menanam 2.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif pelestarian lingkungan bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel dalam memperingati Hari Bumi 2026 yang mengusung tema global “Our Power, Our Planet”.
Melalui inisiatif ini, Telkomsel mendorong upaya kolektif dalam menekan jejak emisi karbon dengan membuka ruang partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi inovasi hijau bagi generasi muda hingga program donasi pohon melalui penukaran Telkomsel Poin.
Kegiatan penanaman mangrove di Donggala diikuti 50 relawan yang terdiri atas karyawan Telkomsel, perwakilan masyarakat, mahasiswa, Jejakin, Kelompok Sadar Wisata Sintuvu Mapane Tambu, Rumah Bahari Gemilang (Rubalang), serta Komunitas Konservasi Penyu Lontara.
Selain aksi penanaman, Telkomsel juga menghadirkan sesi talkshow bertema sejarah kebencanaan di Teluk Tambu dengan menghadirkan Pengamat Kebencanaan Sulawesi Tengah sekaligus dosen Program Studi Geofisika Universitas Tadulako, Ir. Drs. Abdullah, MT, dan Koordinator Komunitas Historia Palu, Moh. Herianto.
Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya’bani, mengatakan generasi muda saat ini memiliki kesadaran yang semakin tinggi terhadap isu lingkungan.
“Kami menyadari bahwa masyarakat, terutama generasi muda, mulai memiliki kesadaran besar untuk melestarikan lingkungan. Oleh karena itu, Telkomsel Jaga Bumi hadir bukan sekadar program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, melainkan sebagai wadah kolaborasi,” ujarnya.
Menurut Rifki, Telkomsel menyediakan ekosistem yang komprehensif melalui pemanfaatan teknologi digital, kompetisi inovasi lingkungan, hingga fitur penukaran poin menjadi pohon agar setiap individu dapat berkontribusi nyata bagi kelestarian bumi.
Penanaman mangrove di kawasan pesisir dinilai memiliki berbagai manfaat strategis. Selain mampu menyerap emisi karbon, hutan mangrove juga berperan penting dalam mencegah abrasi pantai, menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan muara, serta menjadi benteng alami untuk mengurangi dampak tsunami pascagempa.
Ke depan, kawasan mangrove yang terkelola dengan baik diharapkan mampu menjadi destinasi wisata alam dan sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah pesisir.
Telkomsel Jaga Bumi Movement sendiri dirancang untuk meningkatkan partisipasi publik melalui tiga pilar utama, yakni Telkomsel Jaga Bumi Future Impact Challenge, Talkshow Series, serta Penanaman Pohon dan Lokakarya.
Kompetisi Future Impact Challenge mengundang generasi muda berusia 15 hingga 35 tahun untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim. Pendaftaran dibuka sejak 22 April hingga masa kurasi pada 5–10 Juli 2026.
Sementara itu, Talkshow Series menghadirkan praktisi, pakar, komunitas lingkungan, dan pelaku industri dalam enam sesi diskusi mengenai isu iklim, ekonomi sirkular, dan masa depan lingkungan yang berlangsung pada 19 Mei hingga 16 Juli 2026.
Adapun program penanaman pohon dan lokakarya digelar di empat lokasi strategis, yakni Ciampea, Bogor; Palu; Pesisir Selatan, Sumatera Barat; dan Kulon Progo, Yogyakarta. (*/ron)
