16 April 2026
24.3 C
Palu

PPYNI Sulteng Resmi Dilantik, Siap Perkuat Yoga sebagai Olahraga Masyarakat Jelang FORNAS 2027

Must read

-IKLAN-spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

RADAR PALU – Ketua Umum Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI), Slamet Rianto, secara resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan PPYNI Sulawesi Tengah periode 2026–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Milenium Gym Palu, Selasa (10/2/2026), ditandai dengan penyerahan pataka organisasi kepada Ketua PPYNI Sulteng, Lusiyanti.

Dalam sambutannya, Slamet Rianto menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah guna memperkuat peran yoga sebagai bagian dari olahraga masyarakat, sekaligus instrumen peningkatan kualitas hidup.

“Kepengurusan baru diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang terstruktur, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas praktisi yoga secara profesional,” ujar Slamet.

Ia menilai, keberadaan PPYNI di daerah harus mampu menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap gaya hidup sehat, sekaligus mendorong yoga menjadi bagian dari gerakan kesehatan yang berkelanjutan.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulawesi Tengah, Saifullah Djafar, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Ia menegaskan bahwa PPYNI memiliki posisi strategis dalam pengembangan olahraga masyarakat di Sulawesi Tengah.

“Sulteng telah ditetapkan sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) 2027. Kami menaruh harapan besar kepada PPYNI Sulteng untuk mengambil peran strategis dalam menyukseskan event tersebut, baik dari sisi organisasi, penguatan sumber daya praktisi, maupun kontribusi prestasi,” ujarnya.

Saifullah juga mendorong agar PPYNI tidak hanya berorientasi pada sukses penyelenggaraan event, tetapi mampu menjadikan yoga sebagai bagian dari gerakan hidup sehat masyarakat.

“Kalau bisa, PPYNI turut mendulang emas untuk Sulteng. Namun yang lebih penting, yoga semakin memasyarakat dan memberi dampak nyata bagi kesehatan publik,” tambahnya.

Dukungan terhadap penguatan olahraga masyarakat juga disampaikan Wijaya Chandra. Menurutnya, olahraga masyarakat membutuhkan wadah yang kuat dan dikelola secara berkelanjutan.

“Olahraga bukan sekadar ruang kompetisi, tetapi juga memiliki dimensi kesehatan, pariwisata, dan ekonomi daerah. Jika dikelola serius, yoga bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis komunitas,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPYNI Sulteng Lusiyanti menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut. Ia menegaskan komitmen PPYNI Sulteng untuk memperluas edukasi dan akses masyarakat terhadap praktik yoga.

“Saya berharap dukungan seluruh pengurus dan praktisi untuk bersama-sama memperkenalkan dampak positif yoga kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Yoga terdiri dari berbagai jenis dan dapat dilakukan oleh semua kelompok usia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan PPYNI Sulteng periode 2026–2030 diisi oleh para guru dan praktisi yoga berpengalaman yang siap memberikan pembinaan serta pendampingan kepada masyarakat yang ingin mengenal dan mendalami yoga lebih jauh. (*)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!