RADAR PALU – Belajar matematika kini tak harus identik dengan angka dan rumus yang membuat anak cepat bosan. Telkomsel menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif melalui paket bundling Telkomsel x Sacred Octagon.
Diperkenalkan sejak Februari 2026 bersama Indonesia Artificial Intelligence (INA AI) atau PT Teknologi Cerdas Berdaulat Indonesia, layanan tersebut memadukan permainan edukasi matematika dengan konektivitas digital Telkomsel.
Solusi ini dirancang untuk membantu anak belajar matematika dengan cara yang lebih menyenangkan, mudah dipahami, sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan kemampuan mereka.
Sacred Octagon menggabungkan konsep belajar dan bermain dalam satu pengalaman digital. Melalui pendekatan tersebut, anak tidak hanya diajak memahami matematika, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir, logika, serta membangun kepercayaan diri.
Pendekatan pembelajaran Sacred Octagon turut didukung teknologi artificial intelligence (AI) dan mengadaptasi metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan) yang dikembangkan bersama Prof. Yohanes Surya.
Metode tersebut menekankan pembelajaran matematika secara sederhana dan sistematis sehingga lebih ramah bagi anak. Dengan suasana belajar yang lebih menyenangkan, anak diharapkan menjadi lebih berani mencoba dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi soal matematika.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Sulawesi, Andrew Mamahit, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya Telkomsel menghadirkan pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi bersama Sacred Octagon, Telkomsel ingin menghadirkan akses pembelajaran yang lebih dekat dengan keseharian anak-anak melalui pengalaman digital yang interaktif dan mudah diakses,” kata Andrew.
Menurutnya, konektivitas tidak sekadar berfungsi menghubungkan masyarakat, tetapi juga dapat membuka peluang belajar dan pengembangan potensi generasi muda.
“Kami berharap inisiatif ini dapat membantu semakin banyak anak menikmati matematika sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan talenta digital di Sulawesi dan Maluku Utara, serta Indonesia secara umum,” ujarnya.
Dorong Peran Guru di Era AI
Telkomsel menegaskan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tetap harus menempatkan guru sebagai bagian utama dalam proses pembelajaran.
Dalam konsep AI for Education, teknologi diposisikan sebagai alat bantu untuk membantu pendidik menciptakan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.
Teknologi, kata Telkomsel, bukan untuk menggantikan peran guru, terutama dalam memberikan tuntunan, empati, dan memahami kebutuhan setiap anak.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui kolaborasi Telkomsel bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kuncie, dan Gasing Academy.
Kolaborasi itu mendukung Program Pandai Berhitung dengan Metode GASING yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Pineleng, Kabupaten Minahasa, pada 5–22 Agustus 2026.
Sebanyak 216 guru SD dan SMP dari Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara mengikuti program tersebut.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dalam menerapkan pembelajaran matematika yang efektif, sederhana, dan lebih mudah dipahami siswa.
Dalam kesempatan yang sama, Telkomsel juga memperkenalkan solusi digital Skul.id kepada sekolah-sekolah peserta sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi pendidikan.
Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah di Sulawesi dan Maluku Utara.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.(*)
