04 February 2026
28.6 C
Palu

Visi Guru Tua Jadi Inspirasi, Gubernur Sulteng Serukan Lompatan di Dunia Pendidikan

Must read

-IKLAN-spot_img

Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat memberikan sambutan di Haul ke-57 Habid Sayyid Indrus Bin Salim Aljufri, Sabtu (12/4/2025l.(Foto : BIRO ADPIM SULTENG)

PALU – Sosok Guru Tua kembali menjadi suluh bagi perjalanan pendidikan di Sulawesi Tengah. Seruan ini datang dari Gubernur Anwar Hafid saat menghadiri Haul ke-57 pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri, Sabtu (12/4). Di hadapan ribuan jemaah, ia menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan sang ulama kharismatik dalam membangun pendidikan umat.

“Beliau adalah maha guru yang harus kita contoh,” seru Anwar dengan penuh kekaguman di komplek Perguruan Alkhairaat, Palu.

Bagi Anwar, jejak Guru Tua mendirikan lebih dari 400 madrasah secara mandiri tanpa sokongan APBD adalah teladan luar biasa. “Hanya seorang diri membiayai sekolah sebanyak itu, sampai akhir hayatnya,” ucapnya takzim.

Semangat kemandirian dan keikhlasan itu kini coba diterjemahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah lewat program **BERANI Cerdas**. Program ini membuka akses kuliah gratis serta menghapus biaya prakerin dan uji kompetensi di jenjang SMA/SMK.

“Harapannya, tidak ada alasan lagi orangtua tidak menyekolahkan anaknya di SMA/SMK,” ujarnya menegaskan. Program ini juga dirancang inklusif, dengan menyasar sekolah swasta melalui kucuran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Tak hanya memacu sekolah umum, Anwar juga mendorong perhatian serius pada madrasah. Menurutnya, lembaga pendidikan ini punya peran penting dalam memperkuat pemahaman agama generasi muda.

Pengalamannya sendiri jadi bukti. Pernah duduk di Madrasah Diniyah Awaliyah Alkhairaat di Desa Wosu, Morowali, Anwar merasakan langsung keberkahan ilmu dari guru-guru yang diasuh langsung oleh Guru Tua.

“Saya hanya sekolah di madrasah, bisa jadi gubernur,” tuturnya, mengajak hadirin untuk menghidupkan kembali madrasah-madrasah yang mulai tertinggal.

Lebih dari itu, ia juga mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan Guru Tua sebagai pahlawan nasional. “Saya mendukung sepenuhnya,” katanya, disambut amin serentak dari jemaah haul.

Terkait isu sensitif penghinaan terhadap sosok Guru Tua, Anwar mengimbau masyarakat untuk tenang dan menyerahkan proses sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Mari kita bersatu padu untuk melanjutkan tongkat estafet yang sudah dirintis Guru Tua,” pungkasnya.

Haul ke-57 kali ini juga menjadi ajang silaturahmi nasional. Turut hadir Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta tokoh nasional lainnya seperti Gus Miftah, Ketua Umum GP Ansor dan Ustad Fadlan Garamatan. Gubernur Kalimantan Utara bersama kepala daerah dari luar Sulteng juga tampak di barisan tamu kehormatan.

Tokoh-tokoh legislatif dari Sulawesi Tengah seperti Longki Djanggola, Muhidin Mohamad Said, dan Abcandra Muhammad Akbar juga menghadiri haul yang khidmat dan penuh semangat keislaman ini.(awl)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!