PALU – Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat persiapan dan konsolidasi menjelang pelaksanaan Tahura Sulteng Trail Run 2025, yang akan digelar di Ngatabaru, Kabupaten Sigi.
Rapat yang digelar, Kamis (10/4) ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, Muhammad Neng, bersama jajaran panitia dan stakeholder terkait.
Dalam rapat tersebut, Muhammad Neng menyampaikan dukungannya terhadap ajang lari lintas alam ini yang tidak hanya bertujuan mempromosikan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngatabaru sebagai destinasi ekowisata, tetapi juga sebagai wadah untuk menjaring dan mencetak atlet-atlet lari trail berprestasi dari Sulawesi Tengah.
“Kami membuka kesempatan bagi atlet-atlet lokal Sulteng yang ingin menjadikan ajang ini sebagai kualifikasi menuju tingkat yang lebih tinggi. Untuk itu, mereka tidak akan dikenakan biaya pendaftaran,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh persiapan acara telah mencapai 100 persen. Namun demikian, ia tetap mengimbau panitia agar memperhatikan semua aspek teknis dan kenyamanan peserta.
“Kepuasan peserta adalah kunci suksesnya acara ini. Pastikan semua peserta, termasuk yang datang dari luar Sulteng, merasa dilayani dengan baik dan pulang dengan kesan positif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Tahura Sulteng, Edi Sitorus, menjelaskan bahwa ajang ini akan diikuti oleh 390 peserta dari berbagai daerah, termasuk dari luar Sulawesi seperti Makassar, Jawa Timur, Jawa Barat (Cilacap), dan Sulawesi Barat.
Ajang Tahura Sulteng Trail Run 2025 akan mempertandingkan dua kategori lomba, yaitu 5K umum (putra dan putri), serta 15K umum dan master (usia 40 tahun ke atas). Sesuai jadwal, lomba akan digelar pada 26 April 2025 mendatang.
Panitia optimistis kegiatan ini akan menjadi momentum positif untuk memperkuat geliat olahraga alam terbuka di Sulteng sekaligus mendorong potensi pariwisata berbasis lingkungan.(*/win)
