PALU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) segera menahan terduga pelaku pelecehan seksual seorang mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) yang merupakan kader HMI.
Desakan itu mereka lontarkan dalam aksi unjuk rasa di depan markas Polda Sulteng Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore pada Rabu (7/6) belum lama ini. “Demo di depan Polda atas dasar kajian kami dan konsolidasi mengangkat darurat kekerasan seksual yang ada di Sulteng. Salah satunya menuntut adanya percepatan penyidikan mengenai kasus pelecehan seksual di Untad dan pencarian pelaku,” jelas Sendi selaku koordinator lapangan (Korlap) aksi kepada media ini.
Terduga pelaku hingga Rabu (7/6) lalu disebut belum ditemukan. Beberapa hari yang lalu HMI Cabang Palu mendatangi Mapolda Sulteng untuk menanyakan perkembangan pengungkapan kasus ini, hanya saja pihak Polda menyampaikan bahwa prosesnya belum di disposisi dari pimpinan. “Nah itu makanya kami tekan itu juga, mengapa belum ada disposisi dari pimpinan?,” katanya.
Kasus pelecehan seksual di Untad itu terjadi pada Mei 2023 lalu. Dimana seorang mahasiswi yang menjadi korban seniornya di kampus melaporkan kasus ini ke pihak BEM salah satu Fakultas di Untad dan juga telah memasukan laporannya ke Polda Sulteng. Mahasiswi tersebut diduga mendapat tindakan pelecehan berinisial W saat bertemu konsultasi ihwal tugas akhir.
Padahal korban sudah menganggap seniornya sebagai saudara sendiri lantaran sudah akrab dan sering bertemu di sekretariat organisasi. Sampai saat ini korban merasa trauma dan beberapa kali telah melakukan konsultasi ke psikiater dan SKP-HAM yang mendampingi kasus ini. “Sudah mencapai waktu kurang lebih satu minggu, belum ada kabar lanjutan dari upaya penyidikan Polda Sulteng,” ungkap Sendi.
Oleh karena itu, HMI Cabang Palu menuntut Kapolda Sulteng Irjjen Agus Nugroho agar segera menemukan pelaku pelecehan seksual mahasiswi Untad yang juga seorang Kader HMI Cabang Palu dan secepatnya melakukan penyidikan. “Usut tuntas semua kasus kekerasan, pelecehan seksual yang ada di Sulteng,” pungkasnya.(ril)
