PALU-Ketua Komda ISWA Provinsi Sulteng, Hasanudin Mangge, mengungkapkan bahwa Sulteng memiliki potensi perkayuan yang sangat luar biasa. Saat ini potensi kayu itu mneyebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Artinya ini merupakan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Sulteng, namun belum dimaksimalkan.
Menurutnya, dua kendala besar yang dihadapi saat ini, walaupun SDA sektor kayu kita besar. Yaitu masalah produksi dan pemasaran. Dalam catatan ISWA Sulteng, produksi sampai saat ini berkisar di 15-20 persen saja.
Hasanudin kemudian menjelaskan, bahan baku, yang kini secara geografis sudah sangat jauh dari hutan, terutama hutan kawasan. HPH yang diharapkan tinggal 5 HPH, yaitu PT. Taman Hutan Asri di Kabupaten Donggala, PT. Sentral Pintulempa Kabupaten Tolitoli, PT Dahatama Adikarya di Kabupaten Banggai, PT. Bina Balantak Raya juga di Kabupaten Banggai, dan PT. Riumamba Karya Sentosa di Kabupaten Tojo Unauna (Touna), total target produksi pertahun kurang lebih 170.000 m3 Hak Guna Usaha (HGU).
Selanjutnya, ada empat unit usaha berupa Izin Pemanfatan Kayu (IPK) ada enam unit, dan persetujuan penggunaan kawasan ada 71 unit, dengan target 142.157 m3. Lalu dari pemegang hak atas tanah (PHAT) 405.167 m3.
“Jadi potensi ketersedian kayu, dari HPH, PPKN dan PHAT di Sulawesi Tengah cukup signikan, ini data tahun 2023. Kemudian, dari segi pemasaran diharapkan dari negara ASEAN, membuka l/c ke Sulteng agar gairah usaha meningkat, “ ungkap Hasanudin.
“Sekarang hanya mengandalkan pasar lokal. Sementata kayu yang dimiliki berkualitas ekspor. Karena itu, kami mengharapkan peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan peran pusat untuk mendorong usaha tersebut. Mari kita sama-sama duduk bersama memecahkam masalah ini.(mch)
