PALU – Empat korban meninggal dunia penumpang Bus Borlindo trayek Makassar-Palu yang mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di jalur Trans Sulawesi Barat ternyata sudah disantuni PT Jasa Raharja Sulteng sebelum lebaran lalu.
‘’Meski lokasi kejadian Lakalantas di wilayah Sulawesi Barat namun keempat korban meninggal dunia diketahui beralamat di wilayah Sulawesi Tengah. Alhamdulilah sudah kami santuni sebelum lebaran lalu,’’ jelas Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulteng, Teguh Afrianto SE, MM kepada Radarsulteng, Kamis (11/4).
PT. Jasa Raharja Sulteng langsung bergerak cepat begitu mendengar adanya musibah kecelakaan lalulintas di jalan Trans Sulawesi Barat, pada Minggu (7/4) atau menjelang tiga hari sebelum Lebaran Indulfitri 1445 Hijriyah.
Empat korban meninggal dunia yang berada di wilayah Sulawesi Tengah hari itu juga langsung di survei petugas Jasa Raharja ke rumah duka guna memastikan ahli waris yang berhak menerimanya. ‘’Dari 4 korban meninggal dunia diketahui alamatnya bahwa dua di wilayah Kabupaten Donggala dan dua lainnya berada di wilayah Kota Palu,’’ jelas Teguh.
Terkait korban luka-luka sebut orang pertama di Jasa Raharja Sulteng bahwa, semuanya dijamin pihak Rumah Sakit di Pasangkayu dan selanjutnya akan diklaim ke Jasa Raharja terdekat. Intinya kata Teguh, korban kecelakaan lalulintas yang menumpang Bus Borlindo semua dijamin oleh PT. Jasa Raharja, baik yang meninggal dunia maupun yang dirawat di Rumah Sakit.
Perlu diketahui bahwa empat orang dilaporkan meninggal dunia di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan empat orang lainnya menderita luka-luka akibat tabrakan maut bus penumpang trayek Makassar-Palu berlawanan dengan truk trailer yang digunakan mengangkut kendaraan atau mobil baru.
Dari data yang dirangkum Redaksi disebutkan bahwa musibah maut tersebut terjadi di jalan Trans Sulawesi Barat, Dusun Buangge desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat pada Minggu, 07 April 2024 sekitar pukul, 12.25 Wita.
Berdasarkan video yang beredar dan kesaksian warga disekitar lokasi kejadian disebutkan, bus penumpang Borlindo DD 7177 RF disopiri Burhanuddin bergerak dari arah Makassar tujuan Palu. Bus Mercedez warna putih merah membawa penumpang 30 orang.
Pada saat melintas di jalan Poros Trans Sulawesi Barat dan kondisi jalan menikung muncul pengendara mobil Hino warna hijau DD 8599 KY yang dikemudikan Sahrul mengambil jalur kanan setelah melambung kendaraan odong-odong yang didahuluinya.
Akibat jalan menikung tersebut kedua kendaraan berlawanan arah tersebut menabrak bagian kanan mobil bus Borlindo dan menyebabkan kerusakan parah dan diduga sebagian penumpang terkena benturan hebat.
Baik bus penumpang dan truk trailer yang mengalami musibah kecelakaan semua terperosok keluar bahu jalan dan sempat menimbulkan kemacetan karena banyaknya serpihan-serpihan yang berhamburan di jalan raya.
Empat korban meninggal dunia semua penumpang bus Borlindo diketahui pertama, bernama Anjas (25) swasta dengan alamat Desa Kavaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.
Kedua, Seorang mahasiswa bernama Mohammad Devan (27) alamat Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.
Ketiga, Moh Ananta (20) mahasiswa alamat jalan Gelatik Kota Palu yang juga penumpang bus Borlindo.
Keempat, Iryansyah (27) alamat Kelurahan Limboro, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, yang juga penumpang bus Borlindo.
Semantera empat korban lain yang mengalami luka berat diketahui bernama, Sahrul Hidayat (23) luka robek di Kepala asal Bambalamotu, Iskandar (29) asal Gowa luka robek di hidung dan luka lecet-lecet.
Korban wahyu (21) sopir mobil truk Trailer asal Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa dan Muh Afdal (35) penumpang Borlindo alamat Jalan Cemara, Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulu Jadi, Kota Palu. (lib)
