
PALU – Pekebun sawit berperan sebagai pilar utama dalam perkebunan dan industri kelapa sawit di Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan, keterampilan pekebun menjadi faktor penting.
Dalam rangka mencapai tujuan ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, meluncurkan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit.
Melalui Data Rekomendasi Teknis, para pekebun sawit di daerah penghasil sawit mendapat undangan untuk mendapatkan pelatihan.
LPP Agro Nusantara sebagai salah satu penyelenggara pelatihan mengadakan Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.
Pelatihan ini diikuti 36 peserta yang berasal dari Kabupaten Morowali. Diadakan di Palu, pelatihan ini berlangsung pada 26-29 Agustus 2024 (4 hari).
Para peserta akan mendapatkan materi berupa pembelajaran teori di kelas misalnya mengenai dasar-dasar pemetaan, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, pengolahan data dan analisis, dsb.
Peserta juga berkesempatan melaksanakan praktik di lapangan mengenai materi terkait dengan didampingi oleh pengajar dan narasumber yang berpengalaman dan kompeten di bidang tersebut.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Sulteng yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan, Dr Ir Simpra Tajang, MSi dalam sambutanya berharap para peserta serius mengikuti pelatihan ini, mengingat pentingnya peran dari pekebun kelapa sawit di wilayah Sulawesi Tengah ini.
“Dengan pelatihan pemetaan lahan ini, diharapkan adanya akselerasi dalam penerbitan surat tanda daftar budidaya bagi pekebun sawit,” ungkapnya.
Rutin dilaksanakan setiap tahun, program pelatihan yang disediakan BPDPKS dan Ditjenbun terdiri dari jenis pelatihan teknis maupun non teknis (manajerial).
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi tetapi juga praktik ideal yang bisa diterapkan di kebun masing-masing.
Dengan desain ini, selain mendapat ilmu baru, kemampuan peserta juga meningkat baik dari segi bisnis dan skill sebagai pekebun.
Hal ini selaras sekaligus mendukung pemerintah dengan tujuan utama mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan melalui peningkatkan produktivitas dan perbaikan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Di tahun 2024 ini, BPDPKS dan Ditjebun menyelenggarakan 11 jenis pelatihan bagi total 6.437 orang peserta. Dilaksanakan secara serempak, BPDPKS dan Ditjebun menggandeng 15 lembaga pelatihan dan menyasar pekebun dari 14 provinsi di Indonesia.
Dilihat dari total peserta, jumlah penerima manfaat program ini naik signifikan dari tahun sebelumnya. Sebagai salah satu penyelenggara, LPP Agro Nusantara dipercaya menyelenggarakan 43 judul pelatihan dengan 11 jenis pelatihan.
Secara total, LPP Agro Nusantara melatih sejumlah 1.339 peserta secara bertahap dalam periode April – September 2024. Jumlah peserta ini merupakan 21% dari total Data Rekomendasi Teknis.
Adapun wilayah pelaksanaan pelatihan ini diadakan di 7 provinsi yaitu: Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah yang terdiri dari 11 kabupaten. (*/win)
