04 February 2026
31.1 C
Palu

Tim Satker PP Sulteng Sebut Baut yang Hilang di Huntap Tondo 2 Akan Diganti

Must read

-IKLAN-spot_img

PALU – Tim Satker PP Sulteng, bersama Tim Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Palu dan warga terdampak bencana (WTB) yang melakukan pemeriksaan lapangan, Selasa (12/3/2025) menemukan banyak baut di bangunan Huntap yang hilang.

Kepala Satuan Kerja BP2P Sulawesi II, Zulfahmi kepada Radar Sulteng, Kamis malam (13/3/2025) mengatakan, berdasarkan hasil pendataan lapangan pada saat proses serah terima dan ada sekitar 110 rumah yang posisi bautnya kurang.

Baut yang kurang menurut Zulfahmi, karena memang banyak yang hilang, bukan itu saja bahkan pintu toilet sebanyak 30 unit, instalasi rumah sebanyak 36 unit, tandon air sebanyak 112 unit juga hilang.

“Jadi memang bukan hanya baut yang hilang, pintu toilet sampai instalasi rumah juga hilang, entah siapa yang mengambilnya,” ujarnya.

Untuk kehilangan katanya, untuk penggantian baut sudah dalam proses penyediaan dan akan dilakukan pemasangan, karena sejak januari, dari daftar yang ada masih ada WTB yang tidak bisa dihubungi atau masih di luar daerah Palu, sehingga proses pemasangan baut belum dilakukan menunggu pemilik Huntap.

Sebelumnya, Pejabat pembuat komitmen (PPK), Satker BP2P Sulawesi II, Rio saat disinggung banyaknya baut yang tidak terpasang usai meninjau salah satu Huntap Tondo 2 di blok G pada Selasa (12/3/2025) siang mengatakan, ada dua kemungkinan hal itu bisa terjadi karena kehilangan atau karena memang belum terpasang.

“Ini kami list dulu, jadi kami data dulu. Beberapa unit yang sudah terlapor, yang sudah kami terima, nanti kami cek kembali, karena memang beberapa Huntap ada yang sudah pernah kami cek list lengkap tapi hilang juga. Jadi ada dua kemungkinan ini, ada karena kehilangan, ada karena memang belum terpasang,” paparnya kepada Radar Sulteng.

Proyek Huntap Tondo 2 ini masuk dalam paket pembangunan Huntap pascabencana Sulawesi Tengah beserta prasarana dasar kavling unit tahap 2B yang nilainya mencapai Rp 175 miliar. Proyek ini ditangani oleh PT Adhi Karya (persero) tbk sejak Januari 2023 dan saat ini masih dalam tahap pemeliharaan hingga akhir 2025 mendatang. “Tahap pemeliharaannya sampai dengan November 2025” kata Rio.(ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!