11 March 2026
27.9 C
Palu

Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP Untad Tampilkan Hasil Gelar Karya Proyek Kepemimpinan

Must read

PALU – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, Kamis (6/6) menggelar  “Gelar Karya Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Prajabatan Gel 1 Tahun 2023.

Kegiatan yang digelar di kawasan FKIP Untad ini turut dihadiri Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulteng, Syam Zaini dan sejumlah pembimbing mahasiswa PPG FKIP Untad dan beberapa perwakilan dari sekolah yang ada di Sulteng.

Dalam sambutannya, Koordinator Prodi Pendidikan Profesi Guru FKIP Untad, Prof Dr, Ijirana, S.Pd., M.Si mengatakan gelar karya ini adalah yang ke tiga setelah adanya PPG Prajabatan untuk calon-calon guru.

Dia juga menjelaskan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah.

“Jadi hari ini adalah ujian akhir semesternya berupa gelar karya. Bukan hanya penelitian di sekolah mereka juga melakukan proyek bekerjasama dengan beberapa komunitas,” bebernya.

Pantauan media ini, sebanyak 8 kelompok membentuk stand-stand dan memamerkan hasil-hasil yang mereka kerjakan selama turun kelapangan.

“Meskipun mereka (mahasiswa) harus menyelesaikan banyak kegiatan termasuk mata kuliah, namun mereka masih bisa melakukan ini dan bermitra kepada masyarakat dan mengabdikan diri kepada masyarakat,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Dekan FKIP Untad, Dr Jamaluddin, M.Si mengatakan gelar karya proyek kepemimpinan adalah suatu kegiatan yang sangat luar biasa, pasalnya kegiatan itu menurutnya dapat menggali potensi mahasiswa begitu pun potensi objek yang dituju.

Kegiatan ini juga lanjut Dekan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengeksplor kemampuannya saat mengabdi kepada masyarakat.

“Saya kira inilah presentase dari program PPG untuk memperlihatkan bagaimana menyatukan antara teori dan fakta. Kedepan Insha Allah, ada desa-desa tertentu yang disampaikan tadi akan kita sasar menjadi desa binaan kedepannya,” bebernya.

Hasil dari penelitian mahasiswa PPG FKIP Untad, kata Dekan juga dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah, karena banyak bakat-bakat dan potensi yang tersembunyi yang ada di daerah ini.

“Misalnya tadi itu ada Panti Asuhan, ternyata ada potensi didalamnya. Ada juga yang pendidikan yang masih tertinggal di salah satu daerah. Ini juga tanggung jawab pemerintah daerah dan juga PGRI. Temuan dari mahasiswa PGRI ini harus kita apresiasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini mengaku sangat bangga dengan apa yang dilakukan mahasiswa PPG Prajabatan FKIP Untad. Menurutnya, dari hasil yang dipresentasikan oleh mahasiswa dinilai telah berhasil menyentuh hal-hal yang ada di masyarakat yang belum sempat tersentuh oleh pihak lainnya.

Dia juga menambahkan para mahasiswa ini adalah calon-calon guru yang kedepan akan memiliki “Sense Of Crisis” kepada masyarakat utamanya yang kurang mampu.

“Contoh tadi ada stand yang saya lihat sangat baik sekali mereka menyentuh anak anak kaum nomaden atau terpinggirkan, padahal menurut keterangan mereka tadi tidak terlalu jaih dari pusat Kabupaten tapi ternyata belum tersentuh,” ujarnya.

Dia juga berharap agar mahasiswa calon guru kedepan memiliki kepedulian yang besar, karena mahasiswa katanya merupakan aset kedepan untuk membangun pendidikan di Indonesia khususnya di Sulteng.

“Apresiasi buat mereka. Artinya kami PGRI juga mendukung dan ini menginspirasi kita, meski kelihatan sedikit tapi mereka sudah memulai jadi sisa dikembangkan dan kita coba kolaborasikan,” pungkasnya (win).

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!