PALU-Keluarga besar Rukun Tinoe yang tergabung dalam Permimpunan Masyarakat Indonesia Pamona Poso (Permippos) di Kota Palu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40.
Perayaan HUT ke-40 Rukun Tinoe dirangkaikan dengan ibadah syukur yang dilaksanakan di gedung asset Kelompok XV GKST Immanuel Palu, Minggu 11 Mei 2025.
Ketua Rukun Tinoe, Cornelius Nggau dalam sambutannya menguraikan sejarah singkat berdiri Rukun Tinoe di Palu yang berawal dari sekumpulan mahasiswa dari beberapa Dese di Kecamatan Pamona seperti Desa Saojo dan beberapa mahasiswa lainnya rindu membuat rukun mahasiswa Poso yang kemudian dari rukun mahasiswa kemudian berubah menjadi nama Rukun Tinoe.
“Sekarang Rukun Tinoe terus berkembang dengan bertambahnya anggota rukun, menjadi motivasi untuk kita terus merawat kebersamaan sesama warga Poso, warga Pamona yang ada di daerah perantauan di Kota Palu,” ujarnya.
Senada dengan itu Pendeta Armin Tamalanga, M.Th dalam khotbahnya dalam ibadah perayaan HUT Rukun Tione menekankan, rasa syukur yang tidak berkesudahan dalam penyerataan Tuhan dalam keluarga besar Rukun Tinoe. Kehadiran Rukun Tinoe di Kota Palu, menjadi wadah sesama anggota rukun untuk membangun komunikasi dan kebersamaan.

Ketua GKST Klasis Palu ini mengatakan, Rukun Tinoe sudah menapaki usia yang ke 40 yang tidak semua organisasi bisa bertahan selama ini. Banyak organisasi termasuk organisasi rukun yang terpaksa membubarkan diri, karena ada perbedaan pendapat, perbedaan prinsip.
“Dengan kekompakan dengan sesama anggota Rukun Tinoe yang selalu bisa rukun menjaga kebersamaan, sehingga Rukun Tinoe bisa tetap bertahan sampai di usianya yang ke 40. Diharapkan kedepan Rukun Tinoe tetap menjadi solid dengan tujuan bersepakat melanjutkan kebersamaan sesama warga Pamona, Poso di perantauan di Kota Palu, saling bahu membahu dalam suka maupun duka,”ungkapnya.
Usai ibadah dan foto bersama, rangkaian perayaan HUT Rukun Tinoe di Palu dilanjutkan dengan Dero bersama pada anggota Rukun Tinoe. (ron)
