16 April 2026
24.5 C
Palu

PT KLS Tegaskan Libatkan Aparat untuk Pengamanan Aset Sudah Sesuai Aturan

Must read

-IKLAN-spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

RADAR PALU – Manajemen PT Kurnia Luwuk Sejati akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan keterlibatan aparat dalam aktivitas perusahaan yang belakangan menjadi sorotan publik.

Melalui pernyataan resmi, perusahaan menegaskan bahwa keberadaan aparat di lokasi operasional murni untuk pengamanan aset, bukan bagian dari aktivitas lain seperti yang beredar.

Asisten Direktur PT Kurnia Luwuk Sejati, Ferdinand Magaline, dalam siaran pers, Kamis (26/3/2026), menjelaskan bahwa langkah pengamanan tersebut merupakan respons atas potensi gangguan di lapangan.

Aset yang diamankan meliputi tanaman kelapa sawit, bangunan mess, hingga gudang milik perusahaan.

“Keberadaan aparat keamanan merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga aset dari tindakan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit maupun pengrusakan fasilitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh aset tetap terlindungi demi menjaga kelangsungan operasional.

Selain itu, manajemen juga meluruskan informasi terkait legalitas perusahaan. Ferdinand menegaskan bahwa PT Kurnia Luwuk Sejati telah mengantongi Izin Usaha Tetap (IUT) yang diterbitkan oleh pemerintah provinsi sebagai dasar hukum menjalankan kegiatan di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Status izin usaha kami jelas dan sah. IUT tersebut menjadi landasan utama operasional perusahaan,” tegasnya.

Terkait dokumen yang beredar dalam pemberitaan sebelumnya, pihak perusahaan mengaku belum menemukan keabsahan surat tersebut. Hingga kini, belum ada tindak lanjut resmi dari instansi terkait yang dapat menguatkan isi dokumen dimaksud.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, PT Kurnia Luwuk Sejati saat ini juga tengah melakukan migrasi sistem perizinan ke Online Single Submission (OSS). Proses ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam menyederhanakan dan mengintegrasikan perizinan usaha secara nasional.

“Kami berkomitmen mengikuti arahan pemerintah daerah dan sedang dalam tahap migrasi perizinan ke OSS melalui dinas terkait,” jelas Ferdinand.

Di sisi lain, perusahaan mengklaim hubungan dengan masyarakat sekitar selama ini berjalan baik, meski diakui terdapat dinamika di lapangan yang berpotensi memicu konflik.

Manajemen menyoroti adanya oknum tertentu yang diduga memprovokasi masyarakat dengan janji kepemilikan lahan perkebunan.

“Kami melihat ada pihak yang tidak memiliki tanaman kelapa sawit namun mencoba mempengaruhi masyarakat untuk melakukan aksi di lokasi perusahaan,” ungkapnya.

PT Kurnia Luwuk Sejati menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di sektor perkebunan.

Untuk menjaga keseimbangan informasi, perusahaan menyatakan terbuka memberikan klarifikasi kepada publik maupun pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman serta memastikan informasi yang beredar tetap berimbang.

“Kami terbuka agar publik mendapatkan informasi yang utuh dan tidak bias,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi ini, manajemen berharap dapat meredam spekulasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap operasional perusahaan.

PT Kurnia Luwuk Sejati juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan usaha sesuai ketentuan hukum, mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. (ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!