MORUT – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Morowali Utara (Morut) membagikan 1.000 voucher gratis bernilai puluhan juta kepada masyarakat pengunjung Pasar Ramadhan Kolonodale, Kecamatan Petasia, Jumat (5/4).
Pembagian voucher takjil tersebut sebagai rangkaian dari acara buka puasa KADIN bersama Pemkab Morowali Utara, sekaligus pengukuhan pengurus DRAIV Solid periode 2024 bertempat di Pasar Sentral Kolonodale.
Acara yang diawali dengan ngabuburit oleh pengurus KADIN bersama puluhan ojek online dan offline itu berjalan meriah. Kegiatan ini dihadiri Bupati Morut Delis Julkarson Hehi didampingi Ketua TP PKK Febriyanthi Hongkoriwang, Anggota DPRD Morut Usman Ukas, Dewan Pertimbangan KADIN Morut Jeffisa Putra dan Doddy Adisatya serta sejumlah pejabat Morut.
Ketua KADIN Morut Ince Mochamad Arief Ibrahim, dalam sambutannya menyampaikan pembagian 1.000 voucher ini dapat terlaksana atas kontribusi Bank Sulteng serta solidaritas para panitia yang telah bekerja selama dua hari pelaksanaan kegiatan ini.
“Ramadhan tahun ini adalah tahun ketiga program KADIN Morut untuk bagi-bagi voucher. Alhamdulillah kembali berjalan lancar,” kata dia, akrab disapa Arief.
Arief menyebutkan, selama tiga tahun terakhir, KADIN Morut berfokus pada digitalisasi UMKM, dimana sektor ini dikolaborasikan dengan layanan jasa transportasi ojek online melalui platform DRAIV. Pada perjalanannya, KADIN mencatat nilai transaksi UMKM yang menggunakan jasa DRAIV telah menembus angka Rp12 miliar.
KADIN Morut selajutnya memberikan reward kepada driver dan pelaku UMKM yang mendapatkan jumlah transaksi terbanyak kurun satu bulan terakhir, serta memberikan reward kepada driver DRAIV yang berhasil merangkul pelaku UMKM baru ke dalam sistem transaksi digital.
“Dalam rentang tiga tahun upaya KADIN menggalakkan digitalisasi UMKM, transaksinya telah mencapai Rp12 miliar. Itu tandanya Morut dapat beradaptasi dengan digitalisasi. Saat ini KADIN siap berkolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Di akhir kesempatan, Arief mengatakan saat ini bukanlah waktunya untuk bergerak sendiri-sendiri membangun dan memajukan daerah. Sebab itu, ia memastikan KADIN siap berkolaborasi dengan pemerintah maupun pihak swasta guna beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Morowali Utara saat ini menjadi tujuan investasi, namun jangan sampai kita tidak berdaya di tanah kita sendiri.,” tandasnya.
Sementara itu Bupati Morut menanggapi positif berbagai upaya yang telah dilakukan KADIN Morut. Ia menyebut transaksi digital UMKM dan DRAIV yang menembus Rp12 milliar adalah angka yang cukup besar selama tiga tahun digitalisasi itu dilakukan.
Sebagai bentuk penghargaan Pemkab Morut kepada KADIN, Bupati Delis lantas memastikan seluruh driver DRAIV Morut akan didaftarkan ke dalam progtam BPJS Ketenagakerjaan.
Kebijakan perlindungan ketenagakerjaan itu menurut Delis karena pemerintah daerah menilai DRAIV telah mampu menjadi wadah pencari kerja serta roda penggerak perekonomian masyarakat Morut, khusunya pada para pelaku UMKM di daerah ini.
“Tahun ini Pemkab Morowali Utara telah menganggarkan perlindungan ketenagakerjaan kepada driver DRAIV melalui BPJS ketenagakerjaan. Semoga bermanfaat,” sebut Delis. (ham)
