04 February 2026
31.1 C
Palu

Kasus DBD di Pamona Meresahkan, Dinkes Poso Dinilai Slow Respon

Must read

-IKLAN-spot_img

POSO – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Poso, khususnya di wilayah Kecamatan Pamona Utara dan wilayah sekitar Pamona Puselemba makin meresahkan warga.

Data yang diperoleh Radar Sulteng dalam rentan dua bulan terakhir pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit Sinar Kasih Tentena membludak.

Pada bulan Februari pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit Sinar Kasih Tentena sampai dirawat di lorong rumah sakit, bahkan ada yang dirawat dikursi roda karena banyaknya pasien DBD.

Salah seorang petugas medis di Rumah Sakit Sinar Kasih Tentena menyebutkan, pasien DBD yang dirawat paling banyak pada pertengahan dan akhir-akhir bulan Februari lalu. Memasuki awal Maret memang mulai menurun, tapi memasuki pekan kedua Maret pasien DBD ada lagi yang masuk perawatan. “Kalau sekarang mulai masuk lagi beberapa pasien DBD dan rata-rata pasiennya anak kecil,” ujarnya.

Salah Warga Pamona Puselemba mengaku khawatir dengan adanya wabah DBD di wilayahnya, selain dirinya yang juga sudah terkena DBD, anaknya juga saat ini masuk rumah sakit dengan ciri-ciri DBD, seperti suhu tubuh tinggi, demam. Walaupun warga mulai resah, karena bukan hanya di wilayah Pamona Puselemba, beberapa desa lain juga terkena wabah DBD, namun sepertinya belum kelihatan apa upaya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Poso dan terkesan lambat respons. “Padahal sudah banyak yang kena DBD di sini, tapi sepertinya dinas kesehatan, puskesmas seperti tidak ada upaya, semacam pencegahan misalnya melakukan fogging atau apalah supaya masyarakat merasa ada upaya penanganan,” ujarnya.

Warga desa lainnya, Frans juga mengeluhkan seperti tidak ada respons dari Dinas Kesehatan Poso menjawab keresahan masyarakat terkait wabah DBD yang melanda warga khususnya anak-anak. “Di kampung saya ada banyak anak-anak kena DBD, ponakan saya saja masih dirawat sampai sekarang di Rumah Sakit Sinar Kasih Tentena,” katanya.

Dia berharap, dengan kondisi adanya kasus DBD yang meningkat di beberapa desa di sekitar Kecamatan Pamona Bersaudara, dari Pemerintah Poso bisa ada upaya pencegahan. Sampai saat ini warga tidak melihat ada dari pihak dinas terkait yang melakukan sosialisasi atau upaya pencegahan, sehingga masyarakat menjadi resah dan bingung harus melakukan apa.

Kepala Dinas Kesehatan Poso, dr. Napoleon Taufan Karfur yang dikonfirmasi Radar Sulteng via telepon terkait informasi meningkatkan pasien DBD di beberapa wilayah di Kecamatan Pamona Bersaudara enggan menjawab pertanyaan wartawan. “Maaf saya lagi ada kegiatan dan saya belum bisa memberi keterangan karena berkaitan dengan data. Lagipula saya belum pernah bertemu anda, jadi saya belum bisa menjelaskan,” katanya singkat. (ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!