04 February 2026
24 C
Palu

Tumpahan Oli di Pesisir Pantai, DPRD Morut ‘Abaikan’ Keresahan Warga Desa Tokananaka

Must read

-IKLAN-spot_img

MORUT – Keresahan warga Pesisir Pantai Desa Tokananaka Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), akibat tercemar oli yang diduga akibat tumpahan oli dari kapal-kapal yang beroperasi di jetty milik PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI) belum mendapat respon dari pihak DPRD Morut.

Kepala Desa Tokananaka Asrar Sondeng melalui telepon mengungkapkan, hingga saat ini belum tanggapan dari DPRD Morut maupun dari pemerintah kabupaten Morut apa solusinya dari tumpahan oli di pesisir pantai. “Apakah DPRD ini nanti kami dari desa menyurat menyampaikan keluhan kami baru ditanggapi ?,” ujar Asrar melalui sambungan telepon, Selasa (16/4/2024).

Menurut Asrar, sudah kedua kalinya terjadi terjadi tumpahan oli di pesisir pantai yang meresahkan nelayan karena tidak bisa menangkap ikan akibat pukat terkena oli. Seharunya pihak DPRD dengan adanya kejadian tumpahan oli yang sudah mencemari pesisir pantai dimana tempat nelayan mencari nafkah tidak perlu nanti dibuat surat keluhan resmi. “Jadinya kami warga mempertanyakan pihak DPRD Morut sebagai wakil kami kenapa sepertinya diam saja. Jangan sampai saya kepala desa sasaran dicurigai warga sudah ada permainan sehingga tidak diurus. Padahal kita sudah bicara apa adanya bahkan sudah diberitakan di media,” pungkasnya.

Sementara info yang didapatkan Radar Sulteng, saat ini tumpahan oli di pesisir pantai Desa Tokananaka sudah tidak ada lagi.

Ketua DPRD Morut, Warda Dg Mamala yang ditanya terkait keresahan warga pesisir pantai Desa Tokananaka, apa langkah DPRD Morut ? Tidak mendapat respons. Pesan WhatsApp wartawan Radar Sulteng hanya menandakan pesan terbaca dan tidak mendapat tanggapan.

Diberitakan sebelumnya sebuah video yang beredar di group WA tampak tumpahan cairan berminyak dan berwarna hitam pesisir pantai Desa Tokananaka. Warna hitam memenuhi pinggiran pantai yang diduga adalah oli yang terbuang atau dibuang di pantai.

Kepala Desa Tokananaka Asrar Sondeng dihubungi via WA mengatakan, dia dikirimi video dari warganya pesisir pantai ada tumpahan oli yang dicurigai merupakan tumpahan oli dari kapal yang lalu lalang di pesisir pantai desa. “Menurut laporan warga tumpahan oli itu sudah tiga hari,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini ada empat kapal yang berlabu di seputaran Desa Tokananaka. Warga juga bingung siapa yang mau dituduh membuang atau oli bocor sampai ke pesisir laut. “Seandainya kita bisa liat siapa yang batumpah oli kami bisa laporkan. Faktanya ada tumpahan oli di pesisir pantai,” katanya.

Diuraikan Kades Asrar, jarak kapal berlabuh sekitar 1 kilo meter dari pesisir pantai dan ada jetty milik PT GNI yang ada di sekitar pesisir pantai Desa Takonanaka.

Warga berharap ada pihak yang bertanggungjawab, kasihan masyarakat  khususnya nelayan terhalang mencari ikan. Pukat nelayan sudah tercampur oli, dengan kondisi itu nelayan tidak bisa mendapat ikan. “Kalau laut sudah tercemar, ikan apa yang bisa bertahan,” ujarnya. (ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!