04 February 2026
28.6 C
Palu

Gabungkan Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Komunitas, Hantarkan Vale Indonesia Dapatkan Pengakuan Global di Ajang AREA 2025

Must read

-IKLAN-spot_img

RADAR PALU – Tidak banyak praktik pertambangan yang berhasil membuktikan tambang berkelanjutan kembali mendapatkan pengakuan global sebagai perusahaan yang berkomitmen pada inovasi lingkungan dengan tetap harmonis dengan pemberdayaan komunitas masyarakat.

PT Vale Indonesia membuktikan hal itu dengan pengakuan dalam ajang Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025 yang diselenggarakan di Bangkok. Vale Indonesia, perusahaan tambang nikel berkelanjutan yang merupakan bagian dari MIND ID (Mining Industry Indonesia), berhasil membuktikan komitmennya untuk melindungi lingkungan dan komunitas sosial dengan meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus: Green Leadership dan Social Empowerment category.

Platform ESG paling prestisius di Asia, AREA memberikan penghargaan kepada PT Vale Indonesia karena dinilai sebagai  perusahaan yang berhasil membuktikan integrasi nilai-nilai keberlanjutan, kepemimpinan hijau, dan dampak sosial secara nyata dalam praktik bisnisnya.

Dalam penilaian Platform ESG, PT Vale Indonesia dinilai unggul dalam menggabungkan inovasi lingkungan dengan pemberdayaan komunitas secara transformatif.

Keberhasilan penghargaan Green Leadership karena Vale melakukan pendekatan strategis perusahaan dalam mengelola slag nikel, dimana limbah hasil smelting yang mencapai hingga 100% dari total bijih yang diproses. Lewat penelitian dan kolaborasi lintas sektor.

Bukti nyata dari pendampingan PT Vale Indonesia terhadap kepedulia lingkungan dan komunitas sosial masyarakat salah satunya seperti yang telah dilakukan di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur. Dengan program PONDATA (Pineapple Pathways for Sustainability) berhasil mengubah 10 hektare lahan yang semula tandus, rawan kebakaran dan longsor, menjadi pusat pertanian produktif berbasis agrowisata.

Dari 105 warga menjadi anggota kelompok pengelola program Pondata di wilayah tersebut merasakan perubahan tidak hanya dari sisi lingkungan yang terjaga, tapi memberikan manfaat ekonomi masyarakatnya. “Kami dulu tidak punya apa-apa. Sekarang, bukan hanya tanah yang berubah, tapi hidup kami juga. Kami bisa menanam, menjual, bahkan belajar mengelola hasil panen. Ini bukan sekadar proyek, tapi harapan yang nyata,” ujar Gilda, salah satu anggota Kelompok Pengelola Produk Turunan Nenas Binaan PT Vale.

Program ini berhasil:
•    Menanam 26.000 pohon nanas dengan perbaikan pH tanah dari 3 menjadi 6,5,
•    Menurunkan kasus kebakaran hutan menjadi nol sejak pertengahan 2023,
•    Memberdayakan 105 anggota kelompok tani, termasuk perempuan kepala keluarga, janda, dan lansia,
•    Mengembangkan 5 produk olahan bernilai tambah: keripik, sirup, sambal asin, selai, dan permen toffee,
•    Menghubungkan masyarakat dengan dinas koperasi, dinas pertanian, dan potensi wisata lokal.

30 orang yang sebelumnya bekerja serabutan, kini menjadi pengelola logistik produk PONDATA.

Keberhasilan Vale Indonesia di panggung AREA 2025 bukan hanya kemenangan perusahaan, melainkan menjadi bukti bahwa industri nikel Indonesia mampu menyeimbangkan kebutuhan energi masa depan dunia dengan perlindungan lingkungan dan keadilan sosial.

Langkah PT Vale Indonesia berhasil menghantarkan meraih dua penghargaan Global di Ajang AREA 2025 telah menjawab regulasi Kementerian Lingkungan Hidup RI, yang juga membuka peluang model sirkular ekonomi yang bisa direplikasi secara nasional.

APRESIASI : Kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Raja Juli Antoni, ke wilayah operasional PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 13 Juni 2025.(Dokumentasi PT Vale Indonesia)

Menhut Apresiasi Komitmen Berkelanjutan PT Vale

Saat kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Raja Juli Antoni, ke wilayah operasional PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 13 Juni 2025, Menteri Kehutanan Raja Juli menegaskan pengakuan atas komitmen keberlanjutan yang dijalankan PT Vale Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri meninjau beberapa lokasi dan fasilitas pendukung kegiatan penambangan PT Vale, termasuk arboretum Himalaya yang merupakan salah satu lokasi konservasi beberapa spesies tanaman lokal dan endemik serta fasilitas nursery modern di Taman keanekaragaman hayati Sawerigading Wallacea.

Kunjungan menteri Raja Juli ini mencerminkan relevansi praktik PT Vale dalam menjawab tantangan masa depan industri ekstraktif di Indonesia. Di tengah upaya nasional menuju transisi energi bersih, pelestarian hutan tropis, dan tata kelola industri yang akuntabel, PT Vale hadir sebagai mitra strategis pemerintah yang mampu menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan secara nyata.

Komitmen PT Vale Indonesia diwujudkan dalam sejumlah aksi nyata, antara lain:

  • Rehabilitasi area di dalam dan di luar wilayah konsesi yang mencapai luasan 3x lipat area yang telah di buka PT Vale untuk kegiatan pertambangan: Sampai akhir 2024, 3.791 Ha dalam konsesi dan 17.264 Ha di luar konsesi telah ditanam masing-masing lebih dari 5 juta dan 12 juta pohon yang tersebar di 32 kabupaten pada 5 provinsi. Lebih dari 40% pohon yang ditanam adalah pohon lokal dan endemik termasuk 80 ribu pohon eboni di area Luwu Timur.
  • Praktek reklamasi paska tambang secara progresif untuk meminimalkan luasan bukaan dan mengurangi resiko erosi dan sedimentasi: Lebih dari 60% lahan yang dibuka untuk pertambangan telah direklamasi. Dalam pelaksanaan reklamasi, PT Vale menggunakan pendekatan ekosistemik, termasuk melakukan konservasi spesies tanaman untuk menjaga keanekaragaman hayati baik di lokasi tambang maupun di luar lokasi tambang. Kegiatan reklamasi ini didukung dengan adanya fasilitas Nursery modern dengan kapasitas produksi 700 ribu bibit per tahun. Selain itu, PT Vale juga membangun Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallacea sebagai pusat pelestarian biodiversitas lokal.
  • Pemanfaatan 100% energi bersih dari PLTA untuk proses peleburan di pabrik pengolahan nikel, yang berkontribusi menghindari emisi karbon sekitar ±1 juta ton CO₂ setiap tahunnya.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam kunjungan tersebut sangat mengapresiasi pendekatan PT Vale dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi, konservasi lingkungan, dan kesejahteraan sosial. “Pembangunan tidak boleh berhenti. Namun hutan juga tak boleh punah. Kita harus menyeimbangkan keduanya. PT Vale menunjukkan bahwa industri dapat bergerak maju tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem,” ungkap Menteri.

Bahkan Menteri Raja Juli secara khusus mengapresiasi keberhasilan restorasi Hutan Himalaya serta kehadiran Taman Kehati sebagai bentuk nyata dari reklamasi yang berdampak.

“Saya ingin membuktikan dan hal ini langsung saya saksikan bagaimana proses pertambangan mereka yang memang sangat sesuai aturan. Sumber energi dari air, kemudian kaidah-kaidah lingkungan hidup dipenuhi dan dalam konteks kehutanan sebagai perusahaan yang diberikan IPKKH dan kemudian mereka dapat mereklamasi dengan baik dan kemudian menanam pohon, bahkan tadi kita lihat ada yang dari tahun 2025, sudah hampir sama dengan hutan alam,” ujarnya.

Penghargaan yang didapatkan PT Vale Indonesia di ajang AREA 2025 menjadi cerminan sinergi antara pemerintah dan PT Vale dalam mendukung agenda prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat hilirisasi industri yang ramah lingkungan, ketahanan ekonomi nasional, serta pelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang.(ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!