PALU – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah tunjukkan komitmen dalam mendorong perkembangan perekonomian syariah, melalui skema wakaf produktif berbasis digital yang berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Alkhairaat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, Ronny Hartawan mengungkapkan pihaknya bersama BWI dan Alkhairaat membangun sistem pembiayaan produktif, melalui platform digital wakaf yang saat ini tengah dikembangkan yakni aplikasi “Satu Wakaf”.
“Pada momen yang luar biasa ini kami bekerja sama dengan BWI dan Alkhairaat untuk membangun pembiayaan produktif melalui wakaf dan sekarang, wakaf sudah canggih dengan pakai aplikasi Satu Wakaf, semua bisa wakaf melalui aplikasi tersebut,” jelas Rony saat menyampaikan sambutan pada acara Haul Guru Tua pada Rabu malam (9/4/2025).
Menurutnya, dengan adanya sistem wakaf seperti ini dapat lebih memudahkan masyarakat dan dapat membuka akses dengan lebih luas lagi serta inklusif bagi masyarakat, dalam berkonstribusi untuk membangun sektor pendidikan dan ekonomi syariah. Salah satu proyek awal, yang akan didanai dari terkumpulnya wakaf ini adalah dengan membangun Madrasah Alkhairaat.
“Kita akan membangun Madrasah Alkhairaat yang semoga nantinya, dengan sinergi bersama kita bisa bangun madrasah dengan waktu yang cepat untuk kemajuan bersama,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Rony menjelaskan bahwa aplikasi “Satu Wakaf” yang dikembangkan saat ini belum tersedia di Apple Store untuk pengguna IOS, akan tetapi telah tersedia di situs resmi maupun di Google Play Store. Adanya aplikasi tersebut dapat memungkinkan para penghimpun wakaf dalam skala kecil yang kemudian disatukan dapat mendanai proyek-proyek produktif nantinya.
“Dana yang terkumpul akan dikelola untuk proyek-proyek yang produktif seperti pendidikan dan infrastruktur sosial lainnya,” ujarnya.
Dia menuturkan bahwa dengan menggunakan aplikasi Satu Wakaf ini para penghimpun dapat dengan mudah ber wakaf dalam jumlah kecil seperti seribu rupiah sekalipun.
Rony menambahkan dunia global sedang tidak baik-baik saja, akan tetapi ada sesuatu yang menarik yakni dengan hadirnya ekonomi digital dan ekonomi syariah. Hingganya BI bekerjasama dengan berbagai pesantren membentuk Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren.
“Dari pesantren diseluruh Indonesia kita sudah kerjasama, sudah ada yang bisa bangun kapal laut hingganya ini adalah hal yang besar, bukan hal yang kecil,” ucapnya.
Dia berharap agar ekonomi terus tumbuh dengan dipelopori oleh Alkhairaat dan membangun ekonomi syariah, yang tidak hanya berskala nasional akan tetapi berskala global. (cr2)
