PALU – Kasus dugaan Tindak Pindana Perdagangan Orang (TPPO) yang kini kasusnya tengah ditangani Bareskrim Polri juga turut diduga melibatkan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) sebagai korban.
Data yang diterima Radar Sulteng menyebutkan dalam pemberangkatan mahasiswa Untad dalam program Ferienjob Mahasiswa Untad ke Jerman diduga menggunakan dana pinjaman yang diambil dari kas Universitas.
Setelah nanti mahasiswa Ferienjob akan diminta mengembalikan dana pinjaman tersebut, sementara dalam program magang yang merupakan bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristen mahasiswa tidak akan dimintai uang, baik sebagai pendaftaran atau apapun itu.
Karena tidak adanya biaya bagi peserta Ferienjob yang akan berangkat ke Jerman, sehingga dikeluarkan kebijakan untuk meminjamkan dana kepada mahasiswa yang diambil dari kas universitas.
“Yang patut dipertanyakan soal dugaan penggunaan dana universitas yang diutangkan kepada mahasiswa peserta ferienjob untuk biaya perjalanan ke Jerman ? Dana universitas tersebut disebut-sebut akan diganti setelah mahasiswa pulang kembali ke tanah air dan memperoleh gaji dari Jerman. Bagaimana mekanisme penggunaan anggaran universitas untuk dipinjam apakah dibenarkan dan tidak melanggar hukum ?,” ujar sumber Radar Sulteng.
Sebelumnya Radar Sulteng mencoba menghubungi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Untad, Dr Muhammad Rusydi H MSi. Dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Warek Bidang Keuangan dan Umum belum merespon pertanyaan yang diajukan Radar Sulteng.
Demikian juga Rektor Untad, Prof. Dr Amar yang coba dihubungi Radar Sulteng melalui aplikasi WhatsApp juga belum merespon pertanyaan wartawan.
Seperti diketahui sebelumnya sebanyak 30 mahasiswa Untad lolos untuk mengikuti program Ferienjob atau magang berbayar di berbagai perusahaan di Jerman. Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari 6 Fakultas yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dam Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Teknik.
Pelepasan mahasiswa Ferienjob dilakukan di ruang kerja Rektor Untad, Jumat, 22 September 2023 dan dihadiri oleh segenap jajaran pimpinan, Ketua Senat, Dekan fakultas, wakil dekan, ketua program studi serta para mahasiswa terpilih.
Seperti diketahui pihak Kemendikbud Ristek menegaskan bahwa tidak mengetahui dan tidak ada hubungannya dengan program Ferienjob yang kini kasusnya sedang ditangani Bareskrim Polri.
Melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbud Ristek, Prof. Abdul Haris dalam keterangan persnya mengatakan, ferienjob tidak pernah menjadi bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbud Ristek.
Semua program yang menjadi mitra MBKM Kemendikbud Ristek bisa dilihat pada https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id. (ron/win)
//Kemendibud Ristek Tegaskan Program Ferienjob Bukan Bagian dari MBKM
