PARIMO – Tim SAR Gabungan bersama masyarakat berhasil mengevakuasi seluruh penumpang Bus Rappan Maranu. Bus nahas yang terjung ke jurang Kilometer 4, Toboli, Kabupaten Parimo, dilaporkan membawa 32 orang termasuk supir dan para karnet.
Dari data yang disampaikan Basarnas Palu menyebutkan, 3 orang di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Kepala Sub Seksi Operasi SAR Basarnas Palu, Andi Sultan menyampaikan identitas ketiga korban meninggal tersebut masing-masing; Moh Riski asal Riau, Erlangga Agustian asal Ponorogo dan Mohamad Fatir asal Manado.
“Supir bus itu atas nama Pariu asal Toraja mengalami luka berat,” ungkap Andi, Kamis pagi (4/5/2023).
Sedangkan nama-nama korban selamat lainnya, masing-masing Muhammad Rizki Fadila asal Bengkalis Riau, Fachri Zidan asal Tegal Jateng, Febrian Septian asal Tasikmalaya Jabar, Aurel Fitra asal Meganting Gresik. Doni Nur (sopir bantu) asal Toraja, Rizal (kernet) asal Toraja, Sarullah (kernet) asal Toraja. Kemudian, Muhamad Ikmal Riza asal Tuban Jawa Timur,
Rafli Hidayat asal Simpang Raya, Ivvan Bastian Maleno asal Lampung, Danang Setio asal Banjar Negara Jateng, Salam Muhaimin asal Poso, Navil Arkan asal Jambi
Razanudin asal Jatim, Faisal asal Depok, Karisma, Abean Haris asal Kediri, Noval asal Deli Serdang, Abdurrahman asal Balikpapan, Moh Yakin asal Palembang, Moh Arip asal Mojokerto, Davit Aiman asal Solo dan Arif Ramadan. Ustad Usama, Rahmat Azar, Arif Noval, Ronaldi, Arkan serta Agil Mustofa.
Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam evakuasi terdiri dari Pos SAR Parigi : 4 orang, Polres Parimo 13 Orang, Rapi Parimo 2 Orang, Babinsa 1 Orang, PMI 6 Orang, KNPI Parimo 4 Orang. (*/Tim)
