07 May 2026
31.1 C
Palu

Polemik Rp 87 Miliar Asuransi Mall Tatura, Hadianto Sentil Walikota Sebelumnya, Hidayat : Harusnya Hadianto Tanya ke PT. CNE

Must read

-IKLAN-spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PALU –  Debat pasangan calon (Paslon) walikota dan wakil walikota Palu 2024 yang digelar KPU Kota Palu, Senin malam (21/10/2024) memunculkan polemik terkait kemana dana asuransi Mall Tatura Palu sebesar Rp 87 Miliar.

Pada sesi tanya jawab calon walikota nomor urut 03 Wartabone yang menanyakan kepada calon walikota 02 Hadianto Rasyid terkait pembangunan Mall Tatura Palu yang tidak dilanjutkan, sementara ada dana asuransi sekitar Rp 85 miliar dan kemana dana tersebut?

Menurut Wartabone, status pembangunan Mall Tatura belum jelas dan belum terealisasi meskipun Pemerintah Kota Palu menerima dana asuransi sebesar Rp 87 Miliar sebagai kompensasi pasca bencana tahun 2018 silam.

Hadianto Rasyid menanggapi pertanyaan dari paslon nomor urut 03 terkait pembangunan Mall Tatura mengatakan, sebelum dia dilantik menjadi walikota Palu, dana asuransi yang dimaksud sudah habis dan bukan dia yang menghabiskan. “Sebelum saya dilantik jadi walikota dana asuransi Rp 87 miliar itu sudah habis. Jadi ditanyakan ke (walikota) yang sebelumnya,” ujar Hadianto Rasyid.

Polemik Rp 87 miliar asuransi pembangunan Mall Tatura Palu ditanggapi kandidat Walikota Palu nomor urut 1 Dr. Hidayat. MSi.

Dalam keterangan pers yang diterima Radar Sulteng, Rabu (23/10/2024), Hidayat mengatakan jika Hadianto selaku petahana menanyakan soal dana asuransi sebesar Rp 87 miliar kepada dirinya yang sebelumnya menjabat Walikota Palu, adalah salah alamat. Kenapa?

Hidayat membeberkan, bahwa persoalan pembangunan dan pengelolaan mall itu dilakukan oleh PT. Citra Nuansa Elok (CNE) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pemerintah Kota Palu sebagai pemilik saham, demikian katanya pada Selasa 22 Okotober 2024.

Seharusnya, kata Hidayat, selaku pemerintah setelah saya, Hadianto mestinya melakukan evaluasi terhadap PT. CNE mengenai anggaran tersebut.

Apakah masih ada atau tidak, dan anggaran telah dibelanjakan saat melanjutkan pembangunan itu?

Karena, soal bisa dilanjutkan atau tidak pembangunan mall diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bukan pemerintah kota Palu.

Sepengetahuannya, rencanya mall itu akan dibangun 7 lantai. 2 lantai kebawah sebagai basemant dan 5 lantai keatas. Sebelumnya Ia berani meletakan batu pertama pembangunan mall saat itu, karena ada dana pembangunannya dan rencana investasi pihak swasta.

Saat dirinya tidak lagi menjabat, Direktur Utama PT CNE pernah menginformasikan bahwa perwakilan yang akan menginvestasikan dananya untuk pembangunan mall tiba di Kota Palu dan mau bertemu pemkot Palu selaku pemegang saham terbesar.

Namun, kata Muhamad Sandiri atau Memet, seperti ditirukan Hidayat saat wawancara di kediamannya, bahwa pihak pemkot Palu tidak mau bertemu investor itu sehingga mereka kembali ke Jakarta.

“Memet sampaikan ke saya, bahwa katanya pihak investor yang kita cari dahulu, sudah sepakat berinvestasi ke mall, datang dan mau menemui pihak pemkot Palu, tapi katanya pemkot tidak mau, akhirnya mereka balik ke Jakarta,” kata Hidayat.

“Padahal, kalau tidak salah, investasi itu nilainya sekitar Rp 280 milyar,” kata Hidayat lagi.

Ia juga mengatakan, bahwa dirinya mendengar informasi bahwa pihak pemerintah tengah mencari investor lain untuk melanjutkan pembangunan mall itu, apakah itu benar atau tidak, dia mempersilahkan mencari informasi pastinya.

“Saya dengar katanya pemkot mencari investor lain, mungkin mereka tidak mau dengan investor yang saya cari itu,” ujarnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Palu memiliki saham sekitar 98,8 persen atas kepemilikan Mall Tatura melalui PT Citra Nuansa Elok (CNE) selaku BUMD, hal Itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Kota Palu 2 September 2021 lalu.

Dalam RDP itu, Muhamad Sandiri selaku Direktur Utama PT. Citra Nuansa Elok juga menjelaskan soal pembekuan aktivitas keuangan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Kamis 19 Agustus 2021 dan selanjutnya dilakukan audit eksternal oleh Inspektorat Daerah Kota Palu dan Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP) sebagai bentuk evaluasi. (ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!