RADAR PALU – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan hijau yang berkelanjutan, sejalan dengan perjalanan perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 56 tahun di Indonesia.
Komitmen ini diwujudkan melalui pemanfaatan energi bersih, pelestarian lingkungan, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi berkeadilan, PT Vale mengoperasikan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total kapasitas 365 Megawatt. Energi hijau ini mendukung operasional industri yang mampu menghasilkan sekitar 70 ribu ton nikel matte per tahun secara rata-rata, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, PT Vale mengedepankan prinsip People, Planet, Profit melalui penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh aspek bisnis. Salah satu wujud nyata penghormatan terhadap lingkungan adalah menjaga kualitas Danau Matano, yang telah tetap jernih selama lebih dari lima dekade beroperasi di sekitar area tersebut.
Lebih lanjut, PT Vale juga secara konsisten melakukan rehabilitasi hutan secara progresif, baik di dalam maupun di luar area konsesi. Total area reforestasi mencapai tiga kali lipat dari luas bukaan lahan yang digunakan untuk eksplorasi. Reforestasi tersebut dilakukan di 17 wilayah di Sulawesi Selatan, 6 wilayah di Sulawesi Tenggara, 2 wilayah di Sulawesi Tengah, serta masing-masing 3 dan 2 wilayah di Jawa Barat dan Bali.
Atas konsistensi dan pencapaian tersebut, PT Vale telah mendapatkan berbagai pengakuan dari pemerintah, antara lain penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Penghargaan Good Mining Practices dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kolaborasi Strategis dengan Universitas Hasanuddin
Komitmen PT Vale dalam mewujudkan praktik pertambangan hijau juga mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Universitas Hasanuddin (Unhas) menyambut baik langkah-langkah PT Vale dalam menciptakan pertambangan yang berkelanjutan.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyatakan bahwa PT Vale menunjukkan bukti nyata implementasi keberlanjutan melalui pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallacea, yang merupakan bagian dari program reklamasi pascatambang.
“Saya kira upaya PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang berkelanjutan perlu mendapatkan dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak,” ujar Prof. Jamaluddin.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Unhas telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Vale dan PT Huayou. Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah mendorong kolaborasi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, khususnya di Kabupaten Luwu Timur.
“Unhas ingin berperan aktif dalam menyiapkan SDM lokal agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari penggerak industri melalui pendidikan vokasi dan penguatan kapasitas,” tegas Prof. Jamaluddin.
Ia menambahkan bahwa Unhas siap menjalin kolaborasi yang erat dengan PT Vale dalam memaksimalkan potensi yang ada, demi mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. “Keberadaan industri nikel harus dilihat sebagai peluang strategis untuk kemajuan bangsa. Kami melihat PT Vale dan PT Huayou sudah mengimplementasikan prinsip ESG (Environment, Social, Governance) serta mematuhi berbagai standar lingkungan yang berlaku,” pungkasnya.(ron)
