04 February 2026
28.6 C
Palu

PT Vale Indonesia Tunjukkan Komitmen Hadapi Perubahan Iklim

Must read

-IKLAN-spot_img

RADAR PALU – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menunjukkan komitmen nyata dalam menghadapi perubahan iklim global dengan berpartisipasi aktif dalam Indonesia Climate Change Expo & Forum (ICCEF) 2024 yang digelar di Balikpapan.

Sebagai salah satu perusahaan tambang nikel yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, PT Vale tidak hanya turut serta dalam forum tersebut, tetapi juga mengampanyekan strategi pengurangan emisi serta membagikan praktik-praktik inovatif dalam mendukung transisi energi di kalangan masyarakat dan dunia industri.

Head of Institutional Relations & Permits PT Vale, Budiawansyah, menyampaikan bahwa keterlibatan PT Vale dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menunjukkan bahwa sektor pertambangan pun dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
“Vale Indonesia telah membuktikan bahwa kegiatan pertambangan yang memperhatikan keberlangsungan alam harus dijalankan dengan menciptakan dampak positif, baik bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budiawansyah menegaskan bahwa kontribusi PT Vale merupakan bukti nyata dari upaya perusahaan dalam pelestarian lingkungan. Menurutnya, hal ini selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan yang berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi global terhadap krisis iklim.
“Ini adalah bentuk sinergi dalam menjaga kualitas dan nilai perusahaan terhadap lingkungan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar PT Vale dapat terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat sipil, dalam rangka mendukung pencapaian target nasional dan global pengurangan emisi karbon. Upaya ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang PT Vale menuju ketahanan iklim hingga tahun 2050.
“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam inovasi yang mendorong keberlanjutan operasional tambang, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Bersama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Budiawansyah.

Sebagai informasi, Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, dan hingga 41% dengan dukungan internasional. Namun, menurut Laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, emisi GRK nasional masih berada pada kisaran 2,7 hingga 2,9 gigaton.
Kondisi ini menuntut adanya langkah konkret dan kolaboratif dari semua sektor, termasuk industri pertambangan, untuk memastikan keberhasilan agenda pengendalian perubahan iklim secara menyeluruh.(ron)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!