DONGGALA – Hujan deras yang terjadi Selasa siang (15/4/25) kemarin menyebabkan material dari lokasi PT BRM hanyut dan menutupi jalan trans Palu Donggala. Banjir lumpur dan material kerikil ini mulai terjadi sejak pukul 14.55 wita.
Tak tanggung-tanggung ratusan kubik material menutupi jalan trans Palu-Donggala menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Sejumlah alat berat tampak membersihkan material yang menutupi jalan. Perlahan, kendaraan mulai bisa melintas.
Akibat dampak dari perusahaan galian C ini, jalur Palu-Donggala mengalami kemacetan panjang hingga lebih dari 7 Kilo Meter. Pengendara yang melintas di depan lokasi PT BRM juga harus berhati-hati. Pasalnya air deras disertai material kerikil masih mengucur dari arah bagian atas perusahaan.
Salah seorang petugas dari Satuan Lalu Lintas menyebutkan, total kemacetan diperkirakan sepanjang 10 kilo meter. Baik dari arah Palu menuju Donggala maupun sebaliknya. “Total macet ini sekitar 10 Kilo Meter,” sebutnya saat mengatur arus lalu lintas.
Hingga pukul 18.25, arus lalu lintas masih mengalami kemacetan panjang. Sejumlah alat berat eksavator dan loader masih membersihkan material di badan jalan.
Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan dari pihak PT BRM. (ujs)
