04 February 2026
28.6 C
Palu

Tingkatkan Mutu Pendidikan, FKIP Untad Jajaki Kerjasama dengan Pemprov Sulteng

Must read

-IKLAN-spot_img

PALU – Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bidang peningkatan kapasitas guru. Dari hasil pertemuan antara Dekan FKIP, Jamaludin bersama jajarannya dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, kedua belah pihak sepakat bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari para guru.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sekdaprov Sulteng, Selasa (11/2/2025) itu, dihadiri oleh Kepala LPPM Untad, Lukman, Wakil Dekan FKIP, Sahrul Saehana, Kepala Jurusan Pendidikan MIPA, Kasmuddin Mustapa, Ketua Humas dan Kerjasama FKIP Untad, Minarni Nongtji. Novalina mengatakan, sejumlah tawaran kerjasama dari FKIP Untad ini patut dipertimbangkan Pemerintah Provinsi di tengah kewajiban pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan.

“Tentu ini dimulai dari tenaga pengajar, seperti program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang ditawarkan ini menarik juga, untuk melanjutkan pendidikan para guru di jenjang S1. Jadi mereka yang sudah mengabdi lama sebagai guru, hanya kuliah setahun atau dua semester sudah bisa sarjana,” jelasnya.

Menindaklanjuti itu, Sekdaprov juga sudah memerintahkan pihak Dinas Pendidikan, untuk segera menyosialisasikan hal ini ke guru-guru yang ada di tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan Pemprov Sulteng. Namun tidak ada salahnya pula kata dia, bila guru-guru di tingkat SD/SMP juga ikut serta dalam sosialisasi dari FKIP Untad ini.

Yang tidak kalah penting, lanjut Novalina terkait dengan pendidikan vokasi. Sekdaprov pun menantang, pihak FKIP Untad untuk membuat program vokasi, yang bisa pula mencetak guru-guru khusus pendidikan vokasi. Bila memang belum memungkinkan untuk membuka Program Studi, kata dia, bisa dikerjasamakan dengan universitas luar yang memang sudah ada Prodi serupa.

“Contohnya, kami sebelum ada penanganan jantung di RSUD Undata, para dokter-dokter ini kami suruh dahulu belajar di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, ketika mereka siap maka sekarang RSUD Undata sudah punya instalasi penanganan untuk pasien jantung,” paparnya.

Sementara itu, Dekan FKIP, Jamaludin menyampaikan, dalam pertemuan itu, selain menawarkan program pascasarjana untuk pendidikan lanjutan para guru-guru, pihaknya memang menyapaikan adanya program RPL. Para guru dan tenaga pengajar lainnya, yang sudah bekerja lama, kami hitung telah menyelesaikan kuliar 70 persen, sehingga bisa dengan cepat mendapatkan gelar sarjana pendidikan.

“Ini juga merupakan bentuk peningkatan kualifikasi bagi guru dan pegawai lainnya,” jelasnya.

Terkait dengan pendidikan vokasi yang disampaikan Sekdaprov, secara internal, pihak FKIP akan membicarakannya lebih lanjut dan menyesuaikan dengan pendidikan vokasi apa saja yang dibutuhkan oleh Sulawesi Tengah. Sebab, saat ini banyak formasi tenaga kerja khusus guru vokasi, masih diisi oleh orang dari luar Sulawesi Tengah.
“Ini merupakan langkah awal kami berkomunikasi, untuk selanjutnya ditindaklanjuti dalam bentuk kerjasama,” tandas Dekan.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Untad, Dr Sahrul Saehana MSi, menyampaikan, bahwa dalam pertemuan dengan Sekdaprov pihaknya juga menekankankan terkait implementasi hasil penelitian dosen, yang bisa dimanfaatkan Pemerintah Provinsi di bidang Pendidikan. Salah satunya yakni adanya alat Peraga Sains Multifungsi Portable, yang kini sudah dipasarkan melalui aplikasi e-commerce Tokopedia.

“Alat Peraga ini, sudah dilindungi HAKI oleh Kemenkumham. Kami berharap alat ini bisa diadopsi dan bermanfaat bagi sekolah SMA/SMK se Sulteng,” jelasnya.
Dari sisi kualitas dan harga, alat ini tidak kalah bersaing dari produk sejenis yang dibuat oleh pabrikasi. Kelebihan lainnya, alat ini multi fungsi karena bisa dipakai tidak hanya satu eksperimen saja, namun beberapa eksperimen dan mudah dibawa ke mana saja atau portable.
“Ini produk yang dihasilkan Untad, dan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual)-nya dipegang pula oleh Untad. Kami melibatkan para mahasiswa dan alumni dalam membuat alat ini,” terangnya.

Sejumlah SMA di Kota Palu sudah menguji coba alat ini dan responya sangat baik, karena sangat mudah digunakan dan anak-anak bisa cepat mengerti dalam pelajaran Sains. Tidak hanya di kota, alat ini pernah diujicobakan untuk salah satu sekolah yang ada di daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terpencil) yang ada di wilayah Tolitoli, tepatnya di Pulau Lingayan.

“Respon anak-anak di sana juga positif. Alat ini sifatnya digital, dan pengukurnya sangat presisi. Seperti dalam menghitung kecepatan grafitasi bumi. Sehingga sangat tepat bila Pemprov dan Untad bekerjasama, agar sekolah-sekolah bisa menggunakan alat ini,” kata Sahrul.

Sementara itu, Minarni Nongtji mengatakan, tawaran kerjasama kepada Pemerintah Provinsi ini, semata-mata langkah FKIP Untad untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Sulawesi Tengah. Di hadapan Sekretaris Provinsi pula kata dia, Jurusan Pendidikan IPS dan Jurusan Pendidikan MIPA memaparkan peluang-peluang yang dapat dikerjasamakan dengan pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, Ibu Sekprov merespon baik. Nanti akan ditindaklanjuti,” ujar Ketua Humas dan Kerjasama FKIP Untad ini.
Minarni juga menyampaikan, bahwa dengan sejumlah Organisai Perangkat Daerah (OPD), pihaknya telah pula menjalin komunikasi untuk bekerjasama. Seperti Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah.

“Kedepan kita harus banyak berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, ini semua bagian dari Tridharma Perguan Tinggi di mana salah satunya yakni pengabdian kepada masyarakat, salah satunya lewat kerjasama dengan pemerintah daerah,” tandas mantan Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Sulteng ini. (agg)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!