04 February 2026
28.6 C
Palu

Baznas Gelar ToT Pengajar Al-Quran Bahasa Isyarat di Sulteng

Bantu Penyandang Disabilitas Merasakan Keindahan Al-Quran

Must read

-IKLAN-spot_img

PALU – Puluhan guru dan tenaga pendidik bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara diberikan pelatihan oleh Baznas RI bersama Baznas Provinsi Sulteng dalam kegiatan yang bertajuk Training of Trainer (ToT) Al-quran Bahasa Isyarat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini sejak Sabtu (21/12/2024) hingga Minggu (22/12/2024) ini dipusatkan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Tengah.

Ketua Baznas Sulteng Prof Dahlia Syuaib mengatakan bahwa, TOT Al-Qur’an bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara ini sudah berjalan pada 32 titik termasuk Sulawesi Tengah dari 27 Provinsi dengan total 976 dari target 1000 para tenaga pendidik/guru Al-Qur’an.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Baznas RI yang mempercayai kami selaku penyelenggara TOT di Sulawesi Tengah,” kata Prof Dahlia Syuaib.

Kata Prof Dahlia Syuaib, Al-Qur’an adalah hudan li nnas, Al-Qur’an adalah petunjuk bagi semua umat manusia yang tentunya kehadirannya menjadi kebutuhan semua tanpa kecuali.

Namun untuk memastikan bahwa seluruh umat dapat mengakses dan memahami Al-Quran dengan baik, perlu menghadirkan solusi yang inklusif. Dengan pelatihan mushaf Al-Qur’an isyarat ini adalah salah satu upaya penting yang harus didukung dan dikembangkan karena beberapa alasan.

Diantaranya kesetaraan akses setiap muslim berhak mendapatkan akses yang setara dalam membaca , memahami, mengamalkan ajaran Al-Qur’an.

“Melalui mushaf isyarat kita memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara kita yang bermasalah dalam fisiknya untuk mendalami Al-Qur’an. Kita wajib membantu mereka memahami pedoman hidupnya Al-Qur’an . Dalam mengikuti TOT ini kami harapkan kesungguhan kita semua, niat untuk membantu mereka membaca bahkan mempelajari makna Al-Quran, karena sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi manusia lain,” jelas Prof Dahlia Syuaib.

Prof Dahlia mengakui, Baznas berkomitmen untuk terus mendukung program – program yang bertujuan meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas hidup umat, termasuk dalam aspek pendidikan Al-Qur’an, khususnya membaca Alquran isyarat.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal terus berinovasi dalam menyebarkan kemuliaan dan kebaikan Al-Qur’an kepada semua umat manusia. Kami berharap melalui pelatihan ini semakin banyak saudara – saudara kita yang dapat merasakan keindahan Al-Qur’an,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraaqn Rakyat Pemprov Sulteng Fahrudin Yambas mengatakan mengapresiasi Baznas Sulteng yang telah berinisiasi menyelenggarakan pelatihan ini.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi merupakan langkah kongkrit dalam upaya meningkatkan pemahaman dan penyegaran al-quran bagi masyarakat khususnya penyandang disabilitas.

Al-quran sebagai kitab suci umat Islam memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

“Namun tantangan besar muncul ketika kita mempertimbangkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas terutama bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran, seringkali mereka terpinggirkan dalam memahami, menghayati ajaran Al-quran, sehingga pesan-pesan spiritual yang terkandung di dalamnya tidak dapat sepenuhnya mereka resapi,” kata Gubernur.

Olehnya itu, penting untuk mengadakan pelatihan yang fokus pada pengembangan kompetensi pengajar dalam mengajarkan al-quran dengan pendekatan yang inklusif, menggunakan bahasa isyarat sebagai jembatan komunikasi.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan akan lahir generasi baru pengajar yang tidak hanya terampil dalam menyampaikan isi al-quran dan juga peka terhadap kebutuhan penyandang disabilitas, pengajar yang dilatih dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani pemahaman dan penghayatan nilai-nilai al-quran kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecualia melaui pendekatan yang lebih inklusif dan aksesibilitas.

“Kita dapat memastikan bahwa setiap individu terlepas dari keterbetasan fisik yang dimiliki, memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan kedamaian dan petunjuk yang terdapat di dalam Al-quran, dengan demikian kita telah berkontribusi serta mendorng terciptanya masyarakat yang lebih peka dan menghargai keberagaman sekaligus memperkuat ikatan spiritiual diantara umat Islam,” sebut Gubenur.

Gubernur berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dengan penuh semangat, dan memanfaatkan setiap momen untuk belajar dan berbagi pengalaman guna ciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

“Selain itu saya juga mengajak semua pihak untuk terus medukung program-program yang bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas, ciptakan masyarakat yang lebih inklusif, dimana setiap individu tanpa memandang kondisi fisik dapat memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan dan pengetahuan,” tutup Gubernur.(acm)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!