04 February 2026
24.6 C
Palu

Rakernis Balai KSDA Sulteng Guna Perkuat Semangat dan Kinerja

Must read

-IKLAN-spot_img

PALU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Kerja Teknis Tahun 2024 yang berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (19/12/2024) hingga Sabtu (21/12/2024) di Hotel Best Western Plus Coco Palu.

Kepala Balai KSDA Sulteng Dedy Asriadi S Si MP mengatakan, bahwa saat ini untuk tugas dan fungsi dari Balai KSDA masih tetap sama yang dibawahi Kementerian Kehutanan, yaitu tetap konsen pada kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Seperti yang diketahui bersama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi di pisah menjadi dua kementerian baru. Kedua kementerian baru tersebut yaitu Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dan Kementerian Kehutanan.

“Kalau untuk lingkungan hidup itu bekerja seperti contohnya ke limbah, lingkungan. Nah untuk kawasan konservasi kita tidak bekerja di lingkup (limbah dan lingkungan, red) tersebut,” kata Dedy Asriadi ditemui disela-sela Rakernis Balai KSDA Sulteng, Jumat (20/12/2024).

Rakernis ini kata Dedy Asriadi semakin mempertegas posisi para pegawai Balai KSDA Sulteng untuk lebih berkinerja di lapangan dalam menjaga ekosistem di wilayah kawasan konservasi tetap terjaga kelestariannya. Olehnya itu, jika ada rintangan-rintangan selama satu tahun ini akan menjadi pembahasan di dalam Rakernis.

“Misalnya kenapa sampai tidak efektif kegiatan di 2024, dengan harapan agar supaya pada tahun depan itu bisa lebih bagus lagi,” kata mantan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani ini.

Akan tetapi bukan hanya program yang kurang efektif dibahas di Rakernis sebut Dedy, tetapi juga mengungkap keberhasilan teman-teman yang bisa saja menambah kepercayaan diri untuk menjaga kawasan konservasi di Sulteng.

“Kita tadi sempat mempertontonkan beberapa bagian keberhasilan dari teman-teman,” singkatnya.

Dedy menuturkan, tugas fungsi Balai KSDA itu adalah untuk menjaga, memelihara dan memanfaatkan kawasan konservasi yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Tercatat jumlah kawasan konservasi di Sulteng yaitu ada 18 kawasan yang tersebar sampai ke pelosok. Dengan belasan kawasan yang dilindungi itu juga tidak terlepas dari persoalan atau konflik.

“Sama saja persoalan basicnya itu adalah pemanfaatan lahan di tengah perkembangan peradaban kita. Laju  pertumbuhan penduduk kan itu bertambah besar,” jelas Dedy.

Artinya kata Dedy, kebutuhan-kebutuhan sandang, pakan, pangan masyarakat itu bertambah. Hubungan dengan kawasan konservasi akan menghadapi beberapa hal, contohnya tekanan terhadap kawasan berupa masyarakat masuk ke kawasan untuk menopang kebutuhan-kebutuhan sandang dan pakan.

“Itu terjadi bukan hanya di Sulteng, akan tetapi di seluruh Indonesia, termasuk juga konflik dengan satwa, seperti buaya,” sebutnya.

Hal-hal seperti itu menurutnya tidak bisa dihindari, akan tetapi cara penanganannya adalah harus saling memahami saja. Di satu sisi bahwa ada tugas yang diemban menurut undang-undang dan di satu sisi  bisa memberikan peluang-peluang kesejahteraan bagi masyarakat.

“Meramu harmonisasinya itu yang kadang kami jangan terlalu ekstrem, jangan ketat. Di satu sisi masyarakat dianggap belum paham aturan, jadi hal yang seperti itu di lapangan kadang terjadi gesekan , tapi kunci keberhasilannya adalah komunikasi,” ungkapnya.

Dedy berharap melalui Rakernis kali ini dapat memastikan semangat para pegawai di Balai KSDA Sulteng, sehingga arah pengelolaannya lebih baik dan begitu juga komunikasi antar para pegawai dapat terjalin dengan baik.

“Wilayah kerja teman-teman kan saling berjauhan, jadi ini ajang mempertemukan untuk silaturahim,” tutupnya.(acm)

Latest article

More articles

WeCreativez WhatsApp Support
Silahkan hubungi kami disini kami akan melayani anda 24 Jam!!